Bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera sejak akhir November 2025 meninggalkan dampak serius terhadap infrastruktur dasar. Curah hujan tinggi yang berlangsung berhari-hari memicu longsor, banjir, serta kerusakan jalan dan jembatan di berbagai daerah. Salah satu wilayah yang terdampak paling signifikan adalah Kabupaten Bener Meriah, Aceh.
Putusnya ruas jalan dan jembatan membuat sejumlah kecamatan sempat terisolasi. Aktivitas masyarakat terganggu, distribusi logistik terhambat, dan akses layanan dasar menjadi sangat terbatas. Namun, seiring berjalannya waktu, upaya pemulihan mulai menunjukkan hasil. Akses ke beberapa kecamatan perlahan kembali terbuka, meski belum sepenuhnya normal.
Dampak Bencana terhadap Infrastruktur Wilayah
Kerusakan infrastruktur di Kabupaten Bener Meriah terjadi hampir merata. Longsor menutup badan jalan, jembatan amblas, dan beberapa ruas jalan mengalami kerusakan berat sehingga tidak dapat dilalui kendaraan.
Kondisi ini berdampak langsung pada mobilitas warga. Jalur distribusi hasil pertanian terputus, akses menuju pusat pemerintahan dan layanan kesehatan terganggu, serta aktivitas ekonomi masyarakat melambat drastis.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait bergerak cepat melakukan pendataan dan penanganan darurat. Fokus utama diarahkan pada pembukaan akses agar bantuan dan mobilitas warga dapat kembali berjalan.
Tujuh Kecamatan Sudah Bisa Dilalui Roda Empat
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bener Meriah BPBD Bener Meriah, melalui Kepala Bidang Kedaruratan Anwar Sahdi, menyampaikan bahwa kondisi akses jalan mulai membaik.
Berdasarkan pemantauan terbaru, tujuh dari sepuluh kecamatan di Kabupaten Bener Meriah kini telah dapat dilalui kendaraan roda empat. Hal ini menjadi kabar positif bagi masyarakat yang sebelumnya mengalami keterisolasian cukup panjang.
Kecamatan yang saat ini sudah dapat diakses oleh kendaraan roda empat antara lain:
- Kecamatan Bukit
- Kecamatan Pondok Baru
- Kecamatan Wih Pesam
- Kecamatan Gajah Putih
- Kecamatan Timang Gajah
- Kecamatan Permata
- Kecamatan Bener Kelipah
Terbukanya akses ini memungkinkan distribusi logistik, mobilitas warga, serta aktivitas pemerintahan kembali berjalan lebih normal.
Tiga Kecamatan Masih Terbatas Roda Dua
Meski sebagian besar wilayah mulai pulih, masih terdapat tiga kecamatan yang akses jalannya belum sepenuhnya normal. Ketiga kecamatan tersebut saat ini hanya dapat dilalui oleh kendaraan roda dua.
Kecamatan yang masih terbatas aksesnya meliputi:
- Kecamatan Syiah Utama
- Kecamatan Mesidah
- Kecamatan Pintu Rime Gayo
Di wilayah ini, kondisi jalan masih mengalami kerusakan cukup parah. Longsoran tanah dan jembatan yang belum sepenuhnya diperbaiki menjadi kendala utama bagi kendaraan roda empat.
Upaya Pemulihan Terus Dilakukan
Pemerintah Kabupaten Bener Meriah bersama pemerintah provinsi dan pusat terus melakukan upaya pemulihan. Pengerjaan perbaikan jalan dan jembatan di tiga kecamatan yang masih terbatas aksesnya dilakukan secara bertahap.
Prioritas utama saat ini adalah membuka jalur darurat agar kendaraan roda empat dapat segera melintas, terutama untuk keperluan distribusi bahan pokok, layanan kesehatan, dan tanggap darurat.
“Kami terus melakukan pengerjaan di lapangan. Harapan kami, dengan sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat, akses jalan dan jembatan di tiga kecamatan ini bisa segera dituntaskan,” ujar Anwar Sahdi.
Tantangan Medan dan Cuaca
Pemulihan infrastruktur di Bener Meriah menghadapi tantangan besar. Wilayah ini memiliki kontur perbukitan dan pegunungan yang rawan longsor, terutama saat curah hujan tinggi.
Selain itu, cuaca yang belum sepenuhnya stabil membuat proses pengerjaan membutuhkan kehati-hatian ekstra. Potensi longsor susulan menjadi ancaman bagi petugas di lapangan maupun masyarakat sekitar.
Karena itu, pengerjaan dilakukan dengan pendekatan bertahap, mengutamakan keselamatan kerja dan kestabilan struktur jalan.
Dampak Sosial dan Ekonomi Warga
Terbatasnya akses jalan berdampak besar terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Banyak warga yang bergantung pada jalur darat untuk menjual hasil pertanian, mengakses pasar, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Dengan mulai terbukanya akses roda empat di tujuh kecamatan, aktivitas ekonomi perlahan kembali bergerak. Distribusi barang menjadi lebih lancar dan waktu tempuh perjalanan berkurang.
Namun, bagi warga di tiga kecamatan yang masih terbatas aksesnya, kondisi ini masih menjadi tantangan. Mereka berharap perbaikan dapat segera diselesaikan agar kehidupan kembali normal.
Sinergi Lintas Pemerintahan Jadi Kunci
Pemulihan pascabencana di Bener Meriah menegaskan pentingnya sinergi lintas pemerintahan. Kolaborasi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi Aceh, serta dukungan dari pemerintah pusat menjadi kunci percepatan pemulihan.
BPBD terus berkoordinasi dengan dinas teknis, aparat keamanan, serta relawan untuk memastikan setiap langkah penanganan berjalan efektif dan tepat sasaran.
Harapan Pemulihan Menyeluruh
Meski belum sepenuhnya pulih, perkembangan terbaru menunjukkan arah positif. Terbukanya akses ke sebagian besar kecamatan menjadi fondasi penting bagi pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat Bener Meriah.
Pemerintah daerah berharap, dalam waktu dekat, seluruh kecamatan dapat kembali diakses kendaraan roda empat. Dengan demikian, distribusi bantuan, layanan publik, dan aktivitas warga dapat berjalan normal tanpa hambatan.
Pemulihan infrastruktur tidak hanya soal membuka jalan, tetapi juga memulihkan harapan masyarakat agar dapat kembali menjalani kehidupan sehari-hari dengan aman dan layak pascabencana.
Baca Juga : Hutama Karya Kerahkan Alat Berat Buka Jalur Padang–Bukittinggi
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : festajunina

