Hujan Deras Picu Banjir di Sejumlah Wilayah Demak
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Demak selama beberapa hari terakhir menyebabkan banjir di sejumlah desa yang tersebar di empat kecamatan. Genangan air tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga menutup akses jalan utama desa, sehingga aktivitas masyarakat terganggu.
Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena intensitas hujan yang tinggi diperkirakan masih berpotensi berlanjut. Selain faktor hujan, banjir juga dipengaruhi oleh kondisi geografis wilayah pesisir Demak yang rentan terhadap pasang air laut.
Kecamatan Sayung Jadi Wilayah Terdampak Parah
Kepala BPBD Kabupaten Demak, Agus Sukiyono, menyampaikan bahwa Kecamatan Sayung menjadi salah satu wilayah dengan dampak banjir cukup parah. Di kecamatan ini, dua desa dilaporkan terendam, yakni Desa Kalisari dan Desa Sayung.
Di Desa Kalisari, banjir menggenangi jalan utama desa dengan ketinggian air sekitar 50–60 sentimeter. Sementara itu, air di area permukiman warga berkisar antara 5–20 sentimeter. Kondisi serupa juga terjadi di Desa Sayung, di mana ketinggian air di ruas jalan mencapai 20–50 sentimeter, sedangkan di permukiman berada di kisaran 10–30 sentimeter.
Genangan air di jalan utama menyebabkan kendaraan sulit melintas dan memaksa warga membatasi aktivitas di luar rumah.
Sungai Meluap dan Pasang Laut Perparah Situasi
Agus menjelaskan bahwa banjir di Kecamatan Sayung dipicu oleh tingginya curah hujan yang menyebabkan sungai tidak mampu menampung debit air, sehingga meluap ke wilayah sekitar. Kondisi ini semakin diperparah oleh pasang air laut yang tinggi.
Wilayah Sayung dikenal sebagai daerah cekungan yang memiliki keterbatasan sistem pembuangan air. Air dari permukiman tidak dapat mengalir dengan lancar ke Sungai Dombo karena terhambat pasang laut. Selain itu, posisi rumah warga dan badan jalan yang lebih rendah dari permukaan sungai membuat genangan air bertahan lebih lama.
Kecamatan Demak Kota Ikut Terdampak
Selain Sayung, banjir juga melanda Kecamatan Demak Kota. Tercatat tiga kelurahan dan satu desa terdampak, yaitu Kelurahan Betokan, Kelurahan Bintoro, Kelurahan Kadilangu, serta Desa Karangmlati.
Menurut BPBD, penyebab banjir di wilayah ini juga dipengaruhi oleh curah hujan tinggi yang terjadi secara terus-menerus dalam beberapa hari terakhir. Genangan air muncul di sejumlah titik permukiman dan ruas jalan, meskipun ketinggiannya bervariasi.
Bonang dan Karanganyar Tak Luput dari Banjir
Banjir juga merendam wilayah Kecamatan Bonang, tepatnya di Desa Bonangrejo dan Desa Tridonorejo. Air menggenangi area permukiman warga dan lahan sekitar, menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu.
Sementara itu, di Kecamatan Karanganyar, banjir dilaporkan terjadi di Desa Wonorejo. Meski skalanya tidak sebesar di Kecamatan Sayung, genangan air tetap menimbulkan dampak bagi warga setempat.
Akses Jalan dan Aktivitas Warga Terganggu
Genangan air di sejumlah ruas jalan desa membuat mobilitas warga terhambat. Anak-anak sekolah, pekerja, dan pelaku usaha lokal terpaksa menyesuaikan aktivitas mereka dengan kondisi banjir. Di beberapa titik, kendaraan roda dua sulit melintas, sementara kendaraan roda empat harus mencari jalur alternatif.
Kondisi ini juga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat, terutama usaha kecil yang mengandalkan akses jalan desa untuk distribusi barang dan jasa.
BPBD Lakukan Pemantauan dan Koordinasi
BPBD Kabupaten Demak terus melakukan pemantauan di wilayah terdampak banjir. Koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa dilakukan untuk memastikan kondisi warga serta kebutuhan mendesak di lapangan.
Agus menyebutkan bahwa pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan masih cukup tinggi dan pasang air laut dapat kembali terjadi.
Tantangan Banjir di Wilayah Pesisir Demak
Banjir yang berulang di wilayah pesisir seperti Sayung menunjukkan tantangan struktural yang dihadapi Kabupaten Demak. Faktor topografi rendah, sistem drainase terbatas, serta pengaruh pasang laut menjadi kombinasi yang membuat wilayah ini rentan terhadap genangan.
Pemerintah daerah diharapkan terus melakukan upaya jangka panjang, seperti perbaikan sistem drainase, pengendalian sungai, dan penataan kawasan pesisir, untuk mengurangi risiko banjir di masa mendatang.
Imbauan untuk Masyarakat
BPBD mengimbau warga di wilayah rawan banjir untuk tetap siaga, menjaga keselamatan, dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah. Warga juga diminta melaporkan jika terjadi peningkatan ketinggian air atau kondisi darurat lainnya.
Banjir yang merendam empat kecamatan di Demak ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem. Dengan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan dampak banjir dapat ditekan dan keselamatan warga tetap terjaga.
Baca Juga : Batfest 2025, Festival Musik Penggerak Ekonomi Tanah Bumbu
Cek Juga Artikel Dari Platform :Â capoeiravadiacao

