TNI Hadir di Tengah Warga Terdampak Bencana
Kodam Iskandar Muda kembali menunjukkan perannya dalam membantu masyarakat terdampak bencana. Melalui tim dokter militernya, Kodam Iskandar Muda memberikan layanan pengobatan bagi korban banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Kabupaten Aceh Tengah.
Pelayanan kesehatan ini difokuskan pada empat desa terisolir di Kecamatan Ketol, yang sempat terputus aksesnya akibat rusaknya infrastruktur pascabanjir dan longsor. Kehadiran tim medis TNI menjadi harapan besar bagi warga yang kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan.
Akses Ekstrem Tak Halangi Tim Medis
Untuk mencapai lokasi, tim medis Kodam Iskandar Muda harus menempuh jalur ekstrem, termasuk melintasi jembatan yang rusak dan akses jalan yang terputus. Medan berat tidak menjadi penghalang bagi tim untuk tetap menjangkau warga yang membutuhkan pertolongan medis.
Dalam operasi kemanusiaan tersebut, tim dokter militer berhasil memberikan pelayanan kesehatan kepada total 325 warga. Mereka berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, orang dewasa, hingga lanjut usia yang rentan terhadap penyakit pascabencana.
Empat Desa Terisolir Jadi Fokus Pengobatan
Pelayanan kesehatan dilakukan di empat desa terisolir, yakni Desa Burla, Desa Buge, Desa Bintang Papara, dan Desa Kekuyang. Keempat desa tersebut sebelumnya sulit dijangkau akibat dampak banjir bandang dan longsor yang melanda kawasan perbukitan Aceh Tengah.
Kondisi lingkungan yang lembap, keterbatasan air bersih, serta terganggunya sanitasi membuat warga rentan terserang penyakit. Oleh karena itu, pengobatan darurat menjadi kebutuhan mendesak.
Ratusan Warga Terima Layanan Kesehatan
Dari total 325 warga yang mendapatkan layanan kesehatan, sebanyak 250 orang merupakan warga dewasa. Sementara itu, 45 orang adalah lansia, dan 30 lainnya merupakan anak-anak serta balita.
Penyakit yang paling banyak ditangani oleh tim medis antara lain demam, batuk, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dermatitis atau penyakit kulit, serta diare. Jenis penyakit ini umum muncul pascabencana akibat perubahan lingkungan, kelelahan, serta keterbatasan akses layanan kesehatan.
Tim Medis Militer Turun Langsung ke Lapangan
Pengobatan dilakukan oleh tim medis militer yang berjumlah 10 orang. Mereka terdiri dari tenaga dokter dan paramedis yang diturunkan khusus untuk melayani masyarakat di desa-desa terisolir tersebut.
Selain memberikan pengobatan, tim juga melakukan pemeriksaan kesehatan dasar dan memberikan edukasi singkat kepada warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan, terutama di tengah kondisi pascabanjir yang masih rawan penyakit.
Bentuk Kepedulian dan Bakti TNI
Aksi kemanusiaan ini menjadi bagian dari komitmen TNI, khususnya Kodam Iskandar Muda, dalam membantu masyarakat Aceh yang terdampak bencana. Tidak hanya berperan dalam pengamanan dan evakuasi, TNI juga aktif mendukung pemulihan kesehatan warga.
Kehadiran tim medis militer di lokasi bencana mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga mengaku sangat terbantu, mengingat akses menuju puskesmas atau rumah sakit masih terbatas akibat kerusakan infrastruktur.
Dukungan Kesehatan di Masa Pemulihan
Layanan pengobatan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban warga sekaligus mencegah munculnya wabah penyakit di wilayah terdampak. Kodam Iskandar Muda menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk layanan kesehatan, tetap terpenuhi selama masa pemulihan.
Bakti kesehatan yang dilakukan TNI ini menjadi bukti nyata sinergi antara aparat negara dan masyarakat dalam menghadapi bencana. Di tengah keterbatasan dan medan sulit, kehadiran tim medis menjadi simbol kepedulian dan solidaritas bagi warga Aceh Tengah yang sedang bangkit dari dampak banjir bandang dan longsor.
Baca Juga : Daftar Lengkap Badan PBB dan Non-PBB Beserta Fungsinya
Cek Juga Artikel Dari Platform :Â pestanada

