Sejumlah warga terpaksa mendorong sepeda motor saat melintasi jalan yang tertimbun longsor di Nagari Anduriang, Kecamatan Kayu Tanam, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Sabtu (27/12/2025). Kondisi ini mencerminkan betapa berbahayanya akses jalan yang menjadi penghubung utama antarwilayah tersebut.
Jalan yang longsor sejak sekitar tiga pekan lalu itu sejatinya telah dibuka secara swadaya oleh masyarakat setempat melalui gotong royong. Warga membersihkan material tanah dan bebatuan agar jalur tersebut tetap bisa dilewati, khususnya oleh kendaraan roda dua. Namun, curah hujan yang masih tinggi membuat upaya tersebut tidak sepenuhnya aman.
Rawan Longsor Susulan
Material longsor yang belum sepenuhnya stabil, ditambah hujan deras yang kerap mengguyur kawasan tersebut, memicu terjadinya longsor susulan. Akibatnya, jalan penghubung antara Kecamatan Lubuk Alung dan Kayu Tanam semakin berisiko untuk dilalui.
Pengendara sepeda motor harus ekstra hati-hati. Di sejumlah titik, mereka bahkan harus turun dari kendaraan dan mendorong motor secara perlahan untuk menghindari tergelincir atau terperosok ke sisi jalan yang labil.
Jalur Vital Warga
Jalan tersebut merupakan jalur vital bagi aktivitas masyarakat, mulai dari bekerja, berdagang, hingga mengakses layanan pendidikan dan kesehatan. Meski berbahaya, banyak warga tetap memilih melintas karena keterbatasan jalur alternatif yang jaraknya jauh dan memakan waktu lebih lama.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi pengendara roda dua yang setiap hari bergantung pada jalur tersebut untuk beraktivitas.
Harapan Penanganan Lebih Lanjut
Masyarakat berharap adanya penanganan lebih lanjut dari pihak terkait agar akses jalan dapat diperbaiki secara permanen. Penanganan darurat dinilai belum cukup, mengingat potensi longsor susulan masih tinggi selama musim hujan berlangsung.
Sementara itu, warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi kawasan rawan longsor, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi. Keselamatan menjadi prioritas utama di tengah kondisi alam yang belum bersahabat.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya infrastruktur jalan yang tangguh terhadap bencana, khususnya di wilayah rawan longsor seperti Padang Pariaman.
Baca Juga : Wabup Sidoarjo Mimik Idayana Pantau Langsung Perbaikan Jalan Rusak
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : seputardigital

