Kecelakaan lalu lintas kembali merenggut nyawa di Kota Pekanbaru. Seorang perempuan pengendara sepeda motor meninggal dunia di tempat setelah terlibat kecelakaan dengan sebuah truk Mitsubishi Fuso di Jalan Garuda Sakti Km 2,5, tepatnya di Simpang Gang Villa Sentosa, Kecamatan Binawidya, Rabu (17/12/2025).
Peristiwa tragis tersebut terjadi di salah satu ruas jalan yang dikenal cukup padat aktivitas kendaraan, khususnya pada jam-jam sibuk. Jalan Garuda Sakti menjadi jalur penghubung kawasan permukiman, pusat usaha, serta akses keluar masuk kota, sehingga rawan terjadi kecelakaan lalu lintas apabila pengendara lengah.
Kronologi Awal Kecelakaan di Simpang Villa Sentosa
Kecelakaan melibatkan sepeda motor Honda Scoopy dengan nomor polisi BM 3495 ZBA dan sebuah truk Mitsubishi Fuso bernomor polisi BK 8923 LU. Korban diketahui bernama Tina Nurdiana (24), seorang karyawan swasta yang berdomisili di Desa Kijang Jaya, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, sepeda motor yang dikendarai korban melaju dari arah utara menuju selatan di Jalan Garuda Sakti. Saat tiba di Simpang Gang Villa Sentosa, korban diduga kehilangan kendali atas kendaraannya.
Akibat kehilangan keseimbangan tersebut, sepeda motor terjatuh ke sisi kiri badan jalan. Pada waktu yang hampir bersamaan, sebuah truk Mitsubishi Fuso melaju dari arah dan jalur yang sama tepat di belakang sepeda motor korban.
Tabrakan Tak Terhindarkan, Korban Tewas di Tempat
Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan pun tidak dapat dihindari. Truk Fuso tersebut menghantam korban yang terjatuh di badan jalan. Benturan keras menyebabkan korban mengalami luka berat di beberapa bagian tubuh.
Kepala korban mengalami luka serius, disertai luka lebam pada bagian dada dan perut. Kondisi tersebut membuat korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian sebelum sempat mendapatkan pertolongan medis.
Kasatlantas Polresta Pekanbaru, Satrio BW Wicaksana, membenarkan kejadian tersebut.
“Korban meninggal dunia di tempat akibat luka berat yang dialaminya. Selanjutnya jenazah dievakuasi ke kamar jenazah RS Madani Pekanbaru,” ujarnya.
Sopir Truk Melarikan Diri Usai Kecelakaan
Yang memperparah situasi, pengemudi truk Mitsubishi Fuso tidak berhenti di lokasi kejadian. Setelah menabrak korban, sopir truk tersebut langsung melarikan diri dan hingga kini masih dalam pencarian oleh pihak kepolisian.
Identitas pengemudi truk belum diketahui secara pasti. Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi, memeriksa rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi, serta menelusuri kendaraan yang terlibat.
“Identitas pengemudi truk masih kami selidiki. Kami mengimbau kepada yang bersangkutan agar segera menyerahkan diri,” tegas AKP Satrio.
Tindakan melarikan diri setelah kecelakaan merupakan pelanggaran hukum serius dan dapat memperberat sanksi pidana bagi pengemudi yang terlibat.
Kerusakan Kendaraan dan Kerugian Materiil
Akibat kecelakaan tersebut, sepeda motor Honda Scoopy milik korban mengalami kerusakan cukup signifikan. Bagian bodi sebelah kanan kendaraan mengalami lecet dan kerusakan akibat benturan dengan badan jalan dan truk.
Kerugian materiil akibat kecelakaan ini ditaksir mencapai sekitar Rp500 ribu. Sementara itu, truk Mitsubishi Fuso yang terlibat masih dalam pencarian, sehingga belum diketahui kondisi kendaraan tersebut pascakejadian.
Jalan Garuda Sakti Kerap Jadi Titik Rawan
Jalan Garuda Sakti dikenal sebagai salah satu ruas jalan dengan intensitas lalu lintas tinggi di Pekanbaru. Banyak kendaraan berat, termasuk truk dan mobil angkutan barang, melintas di jalur ini setiap harinya.
Selain itu, keberadaan simpang-simpang kecil menuju kawasan permukiman, seperti Gang Villa Sentosa, menambah potensi risiko kecelakaan, terutama jika pengendara tidak menjaga jarak aman atau kurang waspada terhadap kondisi sekitar.
Polisi mengingatkan pengendara agar lebih berhati-hati saat melintasi kawasan tersebut, khususnya pada jam-jam sibuk pagi dan sore hari.
Penyelidikan Polisi Masih Berlanjut
Hingga saat ini, Satlantas Polresta Pekanbaru masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Polisi akan mendalami faktor teknis kendaraan, kondisi jalan, serta kemungkinan adanya kelalaian dari pengemudi yang terlibat.
Selain itu, upaya pencarian terhadap pengemudi truk terus dilakukan. Polisi juga membuka kemungkinan adanya saksi tambahan yang dapat membantu mengungkap identitas sopir truk yang melarikan diri.
Kasus ini menjadi perhatian serius karena melibatkan kendaraan berat dan menimbulkan korban jiwa.
Imbauan Keselamatan dari Kepolisian
Menanggapi kecelakaan tersebut, AKP Satrio kembali mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara.
Pengendara diminta mematuhi peraturan lalu lintas, menjaga jarak aman antar kendaraan, serta mengurangi kecepatan saat melintasi persimpangan atau kawasan padat aktivitas.
“Keselamatan adalah yang utama. Tetap hati-hati dan patuhi peraturan berlalu lintas,” tegasnya.
Refleksi Keselamatan Berlalu Lintas
Kecelakaan maut di Jalan Garuda Sakti ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan tanggung jawab di jalan raya. Setiap kelalaian, sekecil apa pun, dapat berujung pada kehilangan nyawa.
Tragedi yang menimpa Tina Nurdiana tidak hanya menyisakan duka bagi keluarga, tetapi juga menjadi alarm bagi seluruh pengguna jalan agar lebih disiplin dan peduli terhadap keselamatan bersama.
Pihak kepolisian berharap, dengan penegakan hukum yang tegas dan kesadaran berlalu lintas yang terus ditingkatkan, angka kecelakaan lalu lintas di Pekanbaru dapat ditekan di masa mendatang.
Baca Juga : Akses Jalan Bener Meriah Mulai Pulih Usai Bencana
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : capoeiravadiacao

