Affan Kurniawan (21), pengemudi ojek online (ojol) yang tewas dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, ternyata bukan bagian dari massa aksi demonstrasi di DPR RI pada Kamis (28/8).
Keluarga memastikan Affan sedang bekerja saat insiden terjadi. Ia baru saja menyelesaikan pesanan pelanggan.
“Enggak ikut demo, lagi ngantar paket,” ujar Fachrudin (73), kakek Affan, saat ditemui di TPU Karet Bivak, Jakarta, Jumat (29/8), dikutip dari cctvjalanan.web.id.
Terjebak di Tengah Kericuhan
Menurut Fachrudin, setelah mengantar pesanan, Affan berencana melanjutkan perjalanan. Namun, suasana di Jalan Pejompongan sudah ricuh.
“Dia sudah ke pinggir. Tapi ada ibu-ibu kena gas air mata, massa panik, semua lari,” jelasnya.
Dalam situasi kacau itu, rantis Brimob melaju kencang untuk membubarkan massa. Affan, yang terjebak di lokasi, tak sempat menghindar.
“Itu lah ketabrak,” ucap Fachrudin lirih.
Video Viral dan Kemarahan Publik
Aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI pada Kamis (28/8) berujung ricuh. Video memperlihatkan momen saat Affan ditabrak hingga terlindas rantis Brimob.
Potongan video lain juga menunjukkan massa mengejar mobil rantis yang diduga menabrak korban. Video tersebut viral dan memicu kemarahan publik.
Tujuh Anggota Brimob Diperiksa
Kadiv Propam Polri, Irjen Abdul Karim, menyebut tujuh anggota Satbrimob Polda Metro Jaya telah diamankan.
Mereka adalah Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu B, Bripda M, Bharaka Y, dan Bharaka J.
“Ketujuhnya sedang diperiksa oleh tim gabungan Propam Mabes Polri dan Propam Brimob,” jelas Abdul Karim.
Penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan kronologi lengkap insiden yang menewaskan Affan Kurniawan.
Cek juga artikel terbaru dari ketapangnews.web.id

