Jembatan di Jalan Raya Trosobo, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, kembali menjadi sorotan publik. Jembatan yang baru saja dibuka untuk umum itu dilaporkan mengalami kerusakan serius hanya berselang satu hari setelah difungsikan. Kondisi jalan di sekitar jembatan ambles dan berlubang, hingga memicu sejumlah kecelakaan lalu lintas, khususnya yang melibatkan pengendara sepeda motor.
Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat, mengingat Jalan Raya Trosobo merupakan salah satu jalur vital penghubung antarkawasan di Kabupaten Sidoarjo serta jalur alternatif dengan volume kendaraan yang cukup tinggi setiap harinya.
Kerusakan Terlihat di Area Sambungan Jembatan
Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan paling mencolok terjadi di area sambungan antara badan jembatan dan lapisan aspal jalan. Aspal terlihat terkelupas, membentuk lubang-lubang tidak beraturan, serta mengalami penurunan permukaan atau ambles dengan kedalaman yang bervariasi.
Kondisi tersebut dinilai sangat membahayakan, terutama bagi pengendara roda dua yang melintas dengan kecepatan sedang hingga tinggi. Pada malam hari, risiko kecelakaan semakin meningkat karena minimnya pencahayaan di sekitar lokasi. Sejumlah lampu penerangan jalan umum (PJU) dilaporkan tidak berfungsi, membuat pengendara kesulitan melihat kontur jalan yang tidak rata.
Unggahan warga di media sosial turut memperkuat temuan di lapangan. Beberapa video dan foto menunjukkan kondisi jalan yang bergelombang dan berlubang, dengan komentar warganet yang mempertanyakan kesiapan teknis proyek sebelum dibuka untuk umum.
Tiga Kecelakaan Terjadi dalam Satu Hari
Dampak dari kerusakan tersebut tidak membutuhkan waktu lama untuk dirasakan. Dalam kurun waktu satu hari sejak jembatan dibuka, tercatat tiga kecelakaan tunggal yang melibatkan pengendara sepeda motor di lokasi yang sama.
Petugas dari Polsek Taman membenarkan adanya rentetan kecelakaan tersebut. Ipda Andri, salah satu petugas yang berjaga di lokasi, mengatakan bahwa para korban terjatuh akibat kehilangan keseimbangan saat melintasi jalan yang ambles dan berlubang.
“Hari ini sudah tiga pengendara motor terjatuh,” ujar Ipda Andri saat dikonfirmasi pada Sabtu malam (27/12/2025).
Menurutnya, sebagian besar kecelakaan terjadi pada malam hari, ketika visibilitas rendah dan pengendara tidak menyadari adanya perubahan kontur jalan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, meskipun beberapa pengendara mengalami luka ringan hingga sedang dan harus mendapatkan perawatan medis.
Polisi Siagakan Personel 24 Jam
Menanggapi kondisi darurat tersebut, pihak kepolisian bergerak cepat dengan menyiagakan personel selama 24 jam di sekitar lokasi. Pos PAM Nataru Trosobo diaktifkan untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas sekaligus mencegah terjadinya kecelakaan susulan.
Petugas melakukan pengalihan arus secara situasional, memperlambat laju kendaraan yang melintas, serta memberikan imbauan langsung kepada pengendara agar lebih berhati-hati.
“Kami siagakan personel selama 24 jam untuk mengurai kepadatan dan mencegah kecelakaan lalu lintas di lokasi tersebut,” jelas Ipda Andri.
Selain itu, garis pembatas dan tanda peringatan sementara dipasang di beberapa titik jalan rusak untuk memberi peringatan dini kepada pengguna jalan.
Aspal Diduga Belum Stabil dan Terbebani Kendaraan Berat
Pihak kepolisian menyebutkan bahwa amblesnya jalan diduga disebabkan oleh kondisi aspal yang belum sepenuhnya stabil saat jembatan dibuka untuk umum. Proses pemadatan yang belum maksimal, ditambah dengan tingginya volume kendaraan, khususnya kendaraan bermuatan berat, dinilai mempercepat kerusakan.
Dalam praktik pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, masa pematangan konstruksi menjadi faktor krusial sebelum jalur benar-benar siap dilalui kendaraan dengan beban tinggi. Jika dibuka terlalu cepat, risiko penurunan tanah dan kerusakan lapisan aspal menjadi lebih besar.
Warga Pertanyakan Kualitas Proyek
Sejumlah warga dan pengguna jalan menyayangkan kondisi tersebut. Mereka menilai pembukaan jembatan terkesan terburu-buru tanpa memastikan kesiapan teknis dan keselamatan pengguna jalan.
Beberapa warga bahkan meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pekerjaan proyek, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan di lapangan. Menurut mereka, proyek infrastruktur seharusnya mengutamakan aspek keselamatan, bukan sekadar mengejar target penyelesaian.
“Kalau baru dibuka sudah rusak dan menimbulkan korban, berarti ada yang perlu dievaluasi. Jangan sampai masyarakat yang jadi korban,” ujar salah seorang pengguna jalan.
Harapan Perbaikan dan Evaluasi Menyeluruh
Masyarakat berharap pihak terkait segera melakukan perbaikan permanen terhadap jalan yang ambles, termasuk memastikan lapisan tanah dan aspal benar-benar stabil sebelum kembali dibuka penuh. Selain itu, penambahan penerangan jalan dan rambu peringatan juga dinilai mendesak untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat dalam setiap proyek infrastruktur publik. Jalan dan jembatan bukan sekadar fasilitas fisik, tetapi juga menyangkut keselamatan ribuan pengguna jalan setiap hari.
Hingga kini, aparat kepolisian masih bersiaga di lokasi, sementara masyarakat menunggu langkah konkret dari pihak berwenang agar Jalan Raya Trosobo kembali aman dilalui tanpa rasa khawatir.
Baca Juga : Pemko Pematangsiantar Optimalkan CCTV untuk Keamanan Kota
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : medianews

