Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan memperkuat semangat kebersamaan menjelang puncak Hari Amal Bakti (HAB) Ke-80, Kementerian Agama Kabupaten Buol menggelar kegiatan Jalan Santai Kerukunan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan titik awal dan akhir di halaman Kantor Kemenag Buol pada 1 Januari 2025.
Ratusan peserta dari berbagai latar belakang tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Jalan santai ini tidak hanya menjadi agenda rutin dalam rangkaian peringatan HAB Kemenag, tetapi juga menjadi simbol nyata komitmen Kementerian Agama dalam menjaga dan merawat kerukunan umat beragama di tengah masyarakat.
Dilepas Wakil Bupati Buol, Diikuti Beragam Elemen Masyarakat
Kegiatan Jalan Santai Kerukunan dilepas secara resmi oleh Moh. Nasir Dj. Daimaroto, Wakil Bupati Buol, dengan disaksikan langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Buol, Nurkhairi.
Dalam suasana pagi yang hangat dan penuh kekeluargaan, para peserta tampak berjalan santai menyusuri rute yang telah ditentukan. Peserta kegiatan berasal dari unsur pegawai Kemenag, penyuluh agama, tokoh lintas agama, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat umum.
Kehadiran berbagai elemen ini menegaskan bahwa kegiatan tersebut benar-benar bersifat inklusif dan terbuka bagi siapa saja tanpa memandang latar belakang agama, suku, maupun profesi.
Wadah Silaturahmi dan Interaksi Lintas Agama
Kepala Kantor Kemenag Buol, Nurkhairi, menjelaskan bahwa Jalan Santai Kerukunan menjadi ruang pertemuan yang efektif untuk membangun komunikasi dan mempererat hubungan antarwarga.
“Pelaksanaan kegiatan ini menjadi wadah berkumpulnya seluruh keluarga besar Kementerian Agama, mulai dari pegawai pusat, daerah, hingga tokoh lintas agama dan masyarakat umum, untuk berinteraksi dalam suasana yang santai dan akrab,” ujar Nurkhairi.
Menurutnya, suasana nonformal seperti jalan santai justru lebih efektif dalam menumbuhkan rasa kebersamaan dibandingkan pertemuan resmi yang kaku. Melalui aktivitas sederhana ini, nilai-nilai toleransi dan saling menghargai dapat terbangun secara alami.
Sejalan dengan Misi Kerukunan Kemenag
Lebih lanjut, Nurkhairi menegaskan bahwa kegiatan Jalan Santai Kerukunan sejalan dengan misi besar Kementerian Agama dalam menjaga harmoni sosial dan kehidupan beragama yang damai.
“Sejalan dengan misi Kemenag, jalan santai ini sering mengusung tema Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju,” pungkasnya.
Tema tersebut mencerminkan peran strategis Kementerian Agama sebagai penjaga moderasi beragama di Indonesia. Dalam konteks masyarakat majemuk seperti di Kabupaten Buol, upaya merawat kerukunan menjadi kunci utama menjaga stabilitas sosial.
Momentum Jelang Puncak HAB Ke-80
Hari Amal Bakti Kementerian Agama yang diperingati setiap tanggal 3 Januari merupakan momentum refleksi perjalanan panjang Kemenag dalam melayani umat dan bangsa. Tahun 2025 menjadi istimewa karena HAB Kemenag memasuki usia ke-80, menandai delapan dekade pengabdian dalam bidang keagamaan, pendidikan, dan pelayanan publik.
Rangkaian kegiatan menjelang puncak HAB Ke-80 di Buol tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga aktivitas yang menyentuh langsung masyarakat, seperti Jalan Santai Kerukunan ini. Hal tersebut menunjukkan bahwa peringatan HAB tidak hanya dimaknai sebagai perayaan internal, tetapi juga sebagai ruang penguatan nilai kebangsaan.
Olahraga Ringan dengan Makna Sosial
Selain membawa pesan toleransi, Jalan Santai Kerukunan juga memiliki manfaat kesehatan. Aktivitas fisik ringan ini mendorong pola hidup sehat di kalangan pegawai Kemenag dan masyarakat.
Banyak peserta mengaku senang karena dapat berolahraga sambil bersilaturahmi. Suasana penuh canda dan keakraban terlihat sepanjang rute jalan santai, menciptakan energi positif di awal tahun.
Kegiatan ini sekaligus menjadi contoh bahwa membangun persatuan tidak selalu harus melalui forum formal, tetapi dapat dilakukan melalui aktivitas sederhana yang melibatkan banyak pihak.
Dukungan Pemerintah Daerah
Wakil Bupati Buol, Moh. Nasir Dj. Daimaroto, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif Kemenag Buol. Menurutnya, kegiatan semacam ini sangat penting dalam memperkuat persatuan masyarakat di tengah perbedaan.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan masyarakat dapat terus terjaga demi menciptakan Kabupaten Buol yang harmonis, damai, dan sejahtera.
Kerukunan sebagai Modal Pembangunan
Kegiatan Jalan Santai Kerukunan menjadi pengingat bahwa kerukunan umat beragama bukan sekadar slogan, melainkan modal sosial penting dalam pembangunan daerah. Tanpa harmoni dan toleransi, berbagai program pembangunan akan sulit berjalan optimal.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Buol menunjukkan perannya tidak hanya sebagai institusi administratif, tetapi juga sebagai perekat sosial yang aktif membangun kebersamaan.
Harapan ke Depan
Dengan semangat HAB Ke-80, Kemenag Buol berharap nilai-nilai kerukunan yang ditanamkan melalui Jalan Santai Kerukunan dapat terus hidup dalam keseharian masyarakat. Tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi menjadi budaya bersama dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan ini pun diharapkan menjadi inspirasi bagi instansi lain untuk menghadirkan program-program serupa yang menekankan persatuan, toleransi, dan kebersamaan sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara.
Baca Juga : Tahun Baru 2026, Sejumlah Ruas Jalan di Kaur Alami Kemacetan
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : infowarkop

