cctvjalanan.web.id Pemerintah Kabupaten Aceh Barat kembali menggelar kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama yang melibatkan pimpinan dayah, organisasi kemasyarakatan Islam, serta anak yatim. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Bupati yang berlokasi di Desa Suak Indrapuri, Kecamatan Johan Pahlawan. Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai ruang mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan unsur keagamaan di tengah masyarakat.
Suasana kebersamaan terasa hangat sejak awal acara. Para pimpinan dayah, tokoh ormas Islam, serta perwakilan masyarakat hadir untuk berbagi waktu dan doa bersama. Selain berbuka puasa, agenda ini juga menjadi forum komunikasi yang memperkuat sinergi antara pemerintah dan elemen keagamaan dalam membangun daerah.
Santunan untuk Anak Yatim
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Aceh Barat Tarmizi bersama Wakil Bupati Said Fadheil menyerahkan santunan kepada anak yatim yang berasal dari sejumlah desa di sekitar lokasi kegiatan. Penyerahan santunan menjadi bagian penting dari agenda sosial yang menunjukkan kepedulian terhadap kelompok yang membutuhkan perhatian khusus.
Bupati menyampaikan bahwa kegiatan buka puasa di pendopo telah dilakukan lebih dari satu kali dengan melibatkan berbagai unsur. Sebelumnya, kegiatan serupa digelar bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Selanjutnya, agenda akan diperluas dengan melibatkan kalangan pendidikan seperti rektor perguruan tinggi, cabang dinas, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kantor Kementerian Agama setempat untuk membahas isu pendidikan.
Peran Ulama dan Doa dalam Pembangunan
Dalam sambutannya, Tarmizi menekankan bahwa kemajuan suatu daerah tidak terlepas dari doa dan dukungan para ulama, pimpinan dayah, santri, serta masyarakat. Ia menyampaikan bahwa kekuatan spiritual menjadi fondasi penting dalam membangun Aceh Barat yang lebih baik.
Pemerintah daerah, menurutnya, berupaya menghadirkan program yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga penguatan nilai-nilai keagamaan. Salah satu program yang menjadi perhatian adalah upaya memakmurkan masjid di seluruh wilayah Aceh Barat.
Program Memakmurkan Masjid
Tarmizi mengungkapkan bahwa pemerintah tengah berikhtiar agar seluruh masjid di Aceh Barat kembali hidup dengan aktivitas ibadah yang konsisten. Shalat berjamaah lima waktu diharapkan menjadi rutinitas yang menguatkan kebersamaan masyarakat.
Kemakmuran masjid dinilai sebagai indikator penting dalam membangun karakter dan moral masyarakat. Dengan masjid yang aktif, kegiatan keagamaan dapat berjalan optimal dan menjadi pusat pembinaan generasi muda.
Menghidupkan Kembali Majelis Taklim
Selain fokus pada masjid, pemerintah daerah juga mendorong agar kegiatan majelis taklim di setiap desa dan kecamatan kembali dihidupkan. Majelis taklim diharapkan menjadi ruang edukasi agama yang memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Islam.
Kegiatan ini bukan hanya sekadar rutinitas, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antarwarga. Dengan majelis taklim yang aktif, masyarakat dapat saling berbagi ilmu dan pengalaman, sekaligus memperkuat ikatan sosial.
Pembentukan Satgas Pageu Gampong
Dalam upaya menjaga ketertiban dan keamanan di tingkat desa, pemerintah daerah telah membentuk Satgas Pageu Gampong. Satuan tugas ini bertugas memantau dan melaporkan berbagai permasalahan di gampong, termasuk potensi penyalahgunaan narkoba.
Keberadaan satgas ini diharapkan mampu menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menjaga lingkungan yang aman dan kondusif. Dengan sistem pelaporan yang terstruktur, berbagai persoalan dapat ditangani lebih cepat dan tepat.
Memperkuat Sinergi Pemerintah dan Ulama
Kegiatan buka puasa bersama ini diharapkan menjadi momentum mempererat hubungan antara pemerintah daerah dengan para ulama, guru, dan pimpinan dayah. Kolaborasi tersebut dinilai penting dalam mewujudkan pembangunan yang seimbang antara aspek material dan spiritual.
Melalui dialog dan silaturahmi yang berkelanjutan, pemerintah dapat menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Pendekatan partisipatif ini menjadi kunci dalam membangun kepercayaan serta menjaga stabilitas sosial di Aceh Barat.
Buka puasa bersama bukan hanya tradisi tahunan, tetapi wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam merawat kebersamaan. Dengan dukungan ulama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga, Aceh Barat diharapkan mampu berkembang sebagai daerah yang religius, harmonis, dan berdaya saing.

Cek Juga Artikel Dari Platform london-bridges.info
