Ribuan Mahasiswa Kepung Polda Jatim
cctvjalanan.web.id – Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya menggelar aksi besar-besaran di depan Polda Jawa Timur pada Sabtu, 30 Agustus 2025. Aksi ini dipimpin oleh BEM Nusantara, yang dikenal aktif menyuarakan isu sosial dan keadilan.
Massa aksi datang dengan mengenakan almamater masing-masing kampus, mulai dari UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya, Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya, hingga beberapa elemen masyarakat yang turut mendukung aksi tersebut.
Aksi Dimulai Sejak Siang
Pantauan suarasurabaya.net menunjukkan massa mulai bergerak sekitar pukul 12.00 WIB. Mereka berjalan menuju Polda Jatim, sambil menyanyikan lagu-lagu perjuangan seperti Mars Mahasiswa, Totalitas Perjuangan, hingga Darah Juang, yang membakar semangat para peserta aksi.
Kedatangan ribuan mahasiswa ini membuat kawasan sekitar Polda Jatim padat dan menjadi pusat perhatian masyarakat sekitar.
Tujuh Tuntutan Massa
Dalam aksinya, massa BEM Nusantara membawa tujuh tuntutan utama:
- Menghentikan segala bentuk tindakan represif terhadap massa aksi.
- Mengusut tuntas kasus kekerasan dan korban jiwa dalam demonstrasi, termasuk kematian Affan Kurniawan, driver ojek online.
- Membebaskan seluruh massa aksi yang saat ini masih ditahan aparat.
- Melakukan reformasi total di tubuh institusi kepolisian.
- Demilitarisasi Polri untuk mengembalikan fungsi kepolisian yang humanis.
- Mewujudkan transparansi dalam penanganan perkara pidana.
- Mengusut tuntas tragedi Kanjuruhan yang hingga kini dinilai belum menemukan keadilan.
Koordinasi Massa Sebelum Aksi
Sebelum mengepung Polda Jatim, mahasiswa terlebih dahulu menggelar konsolidasi. Sebagian massa berkumpul di depan kampus UINSA Ahmad Yani, sementara kelompok lain berkumpul di sekitar Universitas Bhayangkara dan Unesa Ketintang. Setelah itu, mereka bersama-sama bergerak menuju titik aksi utama di depan markas Polda Jatim.
Suara Mahasiswa untuk Reformasi
Aksi ini menjadi simbol perlawanan mahasiswa terhadap berbagai isu yang melibatkan aparat penegak hukum. Mereka menegaskan bahwa reformasi di tubuh kepolisian harus dilakukan secara total agar kepercayaan publik dapat kembali pulih.
Cek juga artikel paling baru di outfit.web.id

